Muhasabbah Diri

Sesaat malam semakin meninggi, otak semakin keras berfikir. Apa yang harus gue lakukan demi menambah pemasukan yang saat ini masih terasa belum cukup. Kadang ketakutan akan sebuah kondisi yang tiba-tiba datang menghadang di depan. Rekening tabungan tak pernah lebih dari 200 ribu sampai waktu gaji berikutnya yang hanya sekilas lewat.

Gue hanya bisa tersenyum melihat slip gaji yang seakan meledek karena angka yang tertulis hanya numpang lewat di rekening yang dipunya. Sering melihat IG beberapa teman yang menikmati hidup dengan liburan, makan enak dan pesta pora. Air liur hanya bisa menetes, berharap bisa menyicipi sedikit rasa hedon yang mereka nikmati. Namun semua itu hanya rasa ingin karena tiba-tiba email tagihan datang menyapa untuk segera diselesaikan.

Pernah terbangun dini hari, mencari gawai untuk mencatat ide yang yang tiba-tiba menghampiri dan kemudian lanjut menikmati indahnya mimpi di malam sunyi. Pagi pun datang silih berganti, menyambut rutinitas yang tak pernah berhenti. Eksekusi mimpi pun tak pernah bernyali.

Tiap melihat teman atau rekan menjalankan mimpi, saat itu mencoba bercermin diri. Ada apa dengan diri ini? Kenapa tak mampu beranjak pergi, mencoba mengejar mimpi dan melupakan rutinitas diri. Entah sukses atau tidak di esok hari, setidaknya sudah mencoba berlari..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *