Selamat Datang Bayi Lakiku sang Pelengkap Triple Q

Kehamilan kali ini memang tidak begitu direncanakan dan mungkin karena ini si jabang bayi ngasih harapan dan bikin dag dig dug sampai dia benar-benar keluar dari persembunyiannya di kandungan si ibu.

Mulai ke dokter pas sudah bukaan 2 di tanggal 27 Maret 2020 dan langsung memindahkan Qisha-Qeena ke apartemen yang dekat dengan tempat melahirkan. Setelah anak2 diungsikan, istri mencoba fokus untuk bisa menambah bukaannya.

27 Maret terlewati, bukaan masih malu-malu untuk bertambah. 28 Maret terlewati malah hanya bergerak di bukaan 3. 29 Maret kami memutuskan untuk kembali pulang ke rumah dan istri sempat-sempatnya ingin mengecat sebagian dinding kamar. Karena ga mau kena semprot, akhirnya gue mengiyakan. Dengan dibantu 2 adik yang kebetulan ada di rumah.

30 Maret 2020, kontraksi yang dialami istri sedikit meningkat. Dia memutuskan untuk kembali memeriksakan jalan lahir ke bidan yang akan membantu persalinan. Bukaan 5 dan bidan meminta istri untuk langsung menginap agar tidak kecapean menghadapi persalinannya.

Si bayi masih ogah-ogahan untuk keluar dari kandungan dan 30 Maret pun harus dilewati dengan perasaan makin dag dig dug. Gue yang dikasih jatah masuk kerja tanggal 31 Maret malah kebingungan mesti ngantor apa nggak. Istri menguatkan gue untuk datang ke kantor saja, kalau ada perkembangan akan dikabarkan.

Siang hari tanggal 31 Maret, istri ngasih kabar kalau udah bukaan 6 dan sepengalaman lahiran Qeena sebelumnya dari bukaan 6 ke sepuluh berjalan cepat, akhirnya gue buru-buru menyelesaikan pekerjaan kantor dan langsung menuju tempat persalinan.

Sampai jam 9 malam pun, si jabang bayi belum menunjukkan batang hidungnya dan kami pun masih menunggu untuk kesekian kalinya.

Pagi hari di 1 April 2020, jalan lahir sudah di bukaan 8. Semangat pun mulai memuncah. Gue udah liat jam, sepertinya 2-3 jam lagi udah lahir nih si bayi. Ternyata butuh 4-5 jam menuju bukaan 9 di jam 12 an. Dan baru di jam 15, si bayi mulai menggedor-gedor ingin ke luar. Ketuban mulai pecah dan tidak lama berselang, kepala mungil itu muncul membuat mata gue mulai berkaca-kaca.

Si bayi menangis sejadi-jadinya setelah semua bagian tubuh terbebaskan dari kandungan ibunya. Bayi yang dinanti itu telah datang, bayi yang sempat memberi harapan punya tanggal lahir keren di 303 atau 313, namun dia malah lahir di tanggal Apri Mop. Tidak mengapa, yang penting si bayi dan ibunya dalam keadaan sehat dan semoga si bayi laki-laki ini jadi anak yang sholeh, karena hanya ini yang diinginkan kami-orang tua untuk anak-anaknya sebagai bekal di akhirat nanti.

Alquthbie Mufazzal Irawan, itulah nama yang kami berikan kepada sesosok bayi mungil berjenis kelamin laki-laki yang akan melengkapi keceriaan 2 bocah perempuan nan tak sabar menanti kehadiran adiknya. Untuk arti namanya kira-kira adalah Pemimpin kesayangan yang rela berkorban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *