Yakin 2 Anak Cukup?

Ada yang bilang kalau 2 anak itu cukup. Tapi menurut gue, 2 anak itu masih belum cukup. Memang, kalau kita bicara soal materi ceritanya akan berbeda.

Gue punya anak 2, perempuan dua-duanya. Yang kecil, Qeena lebih dekat sama Istri gue. Sedangkan yang besar, Qisha lebih dekat kepada yang mana yang lebih menguntungkannya. Untuk itu, gue ngerasa harus ada anak ketiga (kalau bisa laki-laki) yang bisa jadi alternatif jika 2 lainnya lagi ga mau dekat dengan Bapaknya.

Setelah Qeena masuk sekolah, kepala mulai pusing memikirkan biaya yang harus disiapkan untuk mereka masuk SD nanti. Tak jarang dari beberapa sekolah yang sudah disurvey mematok harga tidak kurang dari 20juta untuk biaya masuknya.

Dalam diskusi bersama istri, sempat berencana untuk bilang cukup untuk tambahan anak ke depannya walau dalam hati tetap belum terima karena belum ada bocah pejantan di keluarga kami.

Namun apa mau dikata, setelah Qisha dinyatakan belum bisa masuk SD tahun 2020, kami mendapati kabar mengejutkan dan tentunya membahagiakan. Istri gue hamil anak ketiga!!

Yang gue rasakan tentunya senang tapi tak dipungkiri ada rasa was-was karena merasa belum mampu dari segi materi. Tapi rasa was-was itu gue coba tepis karena menurut gue yang namanya anak pasti sudah ada rejekinya masing-masing.

Sekarang harapanya adalah anak nantinya brojol adalah seorang pejantan yang akan bisa diajak diskusi soal pria. Namun itu hanya harapan, jikalau nanti perempuan lagi, guepun tidak akan mempersoalkannya. Artinya gue akan memiliki 4 wanita yang akan menemani sampai hari tua dan tidak perlu poligami untuk mewujudkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *