Memanen Telur di Kandang

Lebaran lalu kami mampir ke peternakan ayam milik Pak Etek Ipan yang letaknya tidak jauh dari rumah Ibu di Kampung. Qisha dan Qeena pastinya tertarik jika diajak untuk beranjak dari sumpeknya rumah.

Mereka awalnya tidak tahu akan diajak kemana, yang penting naik motor dan segera menikmati segarnya udara yang menerpa tubuh mereka. Sesampianya di tempat tujuan, mereka melihat sebuah rumah dan langsung masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi oleh telur.

Karena ada pembeli telur yang datang, terpaksa mereka diajak ke lantai atas agar Pak Etek Ipan bisa melayani pembeli dengan nyaman. Setelah pembeli dilayani, kami menuju ke kandang ayam yang berada tidak jauh dari rumah tersebut.

Qisha dan Qeena semangat dan berteriak kegirangan melihat banyaknya ayam (ga banyak juga sih, katanya cuma 500 ekor) di dalam kandang tersebut. Berhubung telur-telur ayam belum dikumpulkan, kami diminta membantu untuk mengumpulkan telur dari setiap ayamnya.

Awalnya Qisha takut mengambil telurnya, namun setelah dikasih tahu ayamnya ga gigit barulah dia memberanikan diri untuk mengambil telur satu persatu.

Kalau Qeena? Dia tidak takut sama sekali, tapi terlalu slebor untuk dibiarkan mengambil telur sendirian. 2 telur pecah di tangan Qeena, pertama karena buru-buru yang kedua juga karena buru-buru (haahahhaa).

Berikut video mereka saat mengumpulkan telur-telur tersebut: cekidot bray!!

Memanen Telur di Kandang

Yang penting mereka senang dan senyuman yang mereka berikan tak terharga nilainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *