Naik gaji, Pake buat Apa ya?

Gambar diambil dari link MoneySmart.id

Beberapa bulan belakangan ini pengeluaran over budget, ga pernah sesuai dengan pemasukan. Jika tidak ada tabungan, tambal sulam terjadi sudah, kalau kata Iwan Fals gali lobang tutup lobang. Banyaknya pengeluaran yang terduga terpaksa mengurangi tabungan saham yang sudah dijalani dari tahun 2018. Parahnya lagi, harga saham sedang menukik tajam membuat pendapatan yang diidamkan melayang entah kemana.

Banyak keuntungan dalam menabung, salah satunya kejadian diatas adalah contohnya. Untungnya masih ada sedikit tabungan yang tersisa, kalau tidak ada kemana harus mengadu. Perantauan seperti gue punya gengsi untuk meminjam kepada keluarga baik yang berada di Jakarta maupun orang tua nun jauh di sana, lagian orang tua pastinya juga ga bakalan bisa membantu kalau permasalahannya soal uang.

Setahun belakangan sudah memulai sedikit demi sedikit menabung saham walau jumlah pinjaman lebih banyak dari pada tabungan itu sendiri. Tapi kalau pengeluaran over budget, tetap saja narik dana dari tabungan tersebut.

Seperti tahun lalu, ada sedikit tambahan gaji akibat inflasi. Makanya gue akan mencoba untuk menambah tabungan, kalau sebelumnya tidak teratur sekarang coba dirutinin nambah setiap bulannya.

Kita tidak akan tahu pengeluaran mendadak yang akan muncul di kemudian hari. Kalau kasus yang gue alami, excess asuransi mengacaukan pencatatan yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga tabungan terkikis sedikit demi sedikit.

Mengurangi gaya hidup yang “hedon” mungkin juga bisa sebagai cara untuk menambah porsi tabungan. Toh, kadang kata-kata teman ada di saat senang dan menghilang pada saat kita susah itu ada benarnya juga. Biar perteman tetap terjaga, sekali sebulan boleh ikutan menghedonkan diri. Tapi awas, jangan sampai semua isi dompet terkuras habis. Jangan sok jadi bos, yang membayar semua tagihan yang datang. Biasakan untuk hanya membayar yang kamu nikmati, karena ga semua orang berpikiran hari ini kamu yang bayarin besok gue yang bayarin.

Intinya, kalau ada sedikit kenaikan dari pendapatan/gaji yang diterima jangan semuanya dipakai untuk merubah gaya hidup. Biasanya masih mau makan di KFC, naik gaji ogah makan KFC malah makan di restoran yang harga sepaket nasi ayam jadi Rp. 100,000.-. Atau dari yang biasanya masih oke makan di warteg Sederhana malah beralih makan di restoran Sederhana.

Jangan lupakan sisihkan sedikit untuk kaum dhuafa, fakir miskin dan anak yatim biar kenaikan gajinya berkah 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *