#adimancarigadih s2c10

“Selamat pagi Mas Adi, tumben telat”, Pak Pono, OB kantor menyambut gue yang setengah berlari menuju mesin absensi.

“Pak Dika tadi pesan, kalau Mas sudah sampai diminta ke ruangannya”, lanjutnya.

“Ada apa Pak?”, gue bertanya sedikit ngos-ngosan.

“Ga bilang. Mungkin minta dibikinin kopi sama Mas Adi”, jawabnya sambil nyengir.

“Kalau kopi, Bapak lah jagonya”, gue balik menggoda. “Ya sudah, saya langsung ke ruangan beliau kalau begitu”, gue beranjak masuk menuju meja kerja sebelum masuk ke ruangan Pak Dika, Direktur HRD.

“Mas, Pak Dika nyariin lu tuh”, Erika berteriak dari arah mejanya saat melihat gue memasuki ruangan kerja.

“Iya, udah tau. Ntar gue ke ruangannya, atur nafas dulu”, gue menjawab dengan nada pelan.

Gue mencoba mengingat apakah ada kesalahan yang gue buat belakangan selain terlambat datang hari ini. Sepertinya tidak ada, tapi kenapa Direktur HRD meminta gue menemuinya? Apakah gue dapat promosi mendadak? Ah, tidak mungkin itu terjadi, ini kan belum bulan promosi, mendadak otak gue mencoba mencari alasan Pak Dika memanggil ke ruangannya.

Setelah nafas sudah teratur dan meminum segelas air yang selalu disesiakan Pak Pono di meja kerja, gue beranjak menuju ruangan Pak Dika yang selalu tertutup dan tak bisa diintip dari luar. Gue mengetuk pintunya, terdengar suara beliau meminta masuk.

“Akh, Adi. Akhirnya kamu datang juga”, Pak Dika menyambut dengan setengah berteriak dan menyunggingkan senyuman lebarnya.

Pak Dika tidak sendirian di ruangannya, ada seorang wanita duduk di depannya. Tapi kenapa dia meminta gue masuk, kalau ada tamu di ruangannya. Gue masih mencoba menebak alasannya untuk bertemu.

Gue berjalan mendekat dan tepat berdiri di samping wanita tersebut. Wanita tersebut tidak menoleh sedikitpun, wajahnya masih menatap ke arah Pak Dika.

“Adi, kenalkan ini karyawan baru di perusahaan kita. Namanya Ayu”, Pak Dika mengarahkan tangannya kepada wanita tersebut dan wanita tersebut menoleh ke arah gue.

Gue terkejut, Ayu tunangan gue berada tepat di depan mata. Di dalam ruangan yang sama dan akan bekerja di kantor yang sama. Gue melihat ekspresi yang sama dari Ayu, dia juga tidak menyangka kami akan bertemu dengan cara seperti ini.

Pak Dika sepertinya melihat keterkejutan kami dan berkata, “kalian saling mengenal?”

Kami mengangguk hampir di saat yang bersamaan.

“Baguslah kalau begitu, aku tidak perlu memohon-mohon sama kamu Di. Ayu ini karyawan magang untuk divisi kamu, tolong bimbing dan ajari dia”, lanjut Pak Dika.

Gue mengangguk dan Pak Dika menjelaskan kalau Ayu adalah anak dari teman kuliahnya dan hanya akan bekerja di tempat kami selama 6 bulan. Gue hanya bisa mendengarkan ceritanya, sambil sesekali menoleh kepada Ayu yang terus tersenyum selama Pak Dika bercerita.

“Oke kalau begitu, kamu boleh kembali ke tempatmu dan kamu Ayu, kamu duduk di sebelah Mas Adi ini. Eh, kamu boleh panggil dia Uda. Kalian kan sama-sama urang awak”, ujarnya.

Gue memohon diri kepada Pak Dika dan mengajak Ayu untuk mengikuti menuju meja kerjanya.

Keluar dari ruangan tersebut kami seperti tidak saling mengenal, Ayu mengekor di belakang dan memintanya untuk duduk di kursi yang berada tepat di sebelah meja kerja gue.

Setelah kami duduk, gue bertanya kepadanya dengan suara berbisik, “Kok indak ngasih tau kalau mau karajo di siko?”

“Aku juga indak tahu namo kantornyo dan indak tahu pulo kalau Uda karajo di siko”, dia menjawab dengan berbisik.

Gue mengernyutkan dahi.

“Jadi bagaimana Uda? Apa aku tidak usah sajo bakarajo di siko? Soalnyo, Ayah yang menitipkan aku untuak bakarajo di siko”, lanjutnya.

“Mau bagaimana lagi, kita jalani sajo dulu. Tapi jangan kasih tau kalau kita tunangan samo orang kantor sini”, gue memegang tangannya seraya memohon.

Dia mengangguk dan tersenyum.

Gue menatap meja kerja yang dipenuhi dengan kertas dan kemudian menepuk kepala tanda masalah baru muncul di hadapan, entah apa yang akan dilalui kedepannya. Sudah pasti akan susah mencuri waktu menemui Meira yang selalu menunggu setiap jam pulang kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *