Dilema Pemilih

17 April 2019 sudah ditetapkan sebagai tanggal pemilihan umum di Indonesia. Mulai dari DPRD tingkat 2 sampai pemilihan presiden dilakukan pada saat bersamaan. Ini pertama kalinya pemilihan serentak dilakukan. Tentunya bukan pekerjaan mudah bagi KPU sebagai pelaksana acara tersebut.

KPU sudah beberapa kali menayangkan iklan untuk pemilu serentak tersebut, namun gue sebagai pemilih seperti tak acuh dengan yang mereka lakukan. Di otak ini yang muncul hanya siapa yang akan dipilih sebagai presiden saja tanpa peduli akan memilih siapa sebagai wakil di DPRD tingkat 2 sampai DPR dan DPD nanti.

Jujur, karena gue tinggal di bekasi, untuk DPR pusat gue hanya mengenal 2 nama Lucky Hakim (artis) dan Hanief Dhakiri (mentri) dan tak ada nama lain yang gue tahu untuk dapil tempat gue memilih. Parahnya untuk DPD, sampai saat tulisan ini dibuat tak ada 1 namapun yang muncul di otak gue. Begitupun dengan DPRD tingkat 1, satupun nama tak ada yang di (ter) kenal walau di DPRD tingkat 2 ada nama (mantan) tetangga yang masih belum kapok mencoba peruntungan menjadi anggota dewan.

Setelah menulusuri jagat maya, akhirnya gue menemukan cara mengenal calon anggota DPR pusat pada link ini dan DPD pada link itu. Silahkan dilihat dan diterawang terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan. Untuk DPRD tingkat 2 dan tingkat 1, sangat sulit menemukan link yang tepat mungkin bisa dicari di kelurahan masing-masing.

Jika kita hanya terlalu fokus dengan siapa presiden terpilih tanpa mempedulikan siapa yang akan duduk di legislatif tentunya akan menjadi pedang bermata dua. Okelah, presiden pilihan kita terpilih tapi kalau anggota DPR yang satu visi dengan presiden terpilih tentu tidak akan berbuah pemerintahan yang baik. Seperti yang kita alami setelah pilpres 2014, dimana DPR dibelah oleh KIB dan KMP. Tentunya kita tidak ingin hal tersebut terulang kembali.

Untuk itu marilah kita mulai mencoba mengenali calon wakil kita di legislatif nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *