Jakarta’s Man!!!

Kayaknya gue mulai sadar nih..hehehe.. Ok mari kita bercerita tentang apa yang gue rasa, mari kita tertawa sebelum para dewan melarang kita untuk tertawa atau mungkin suatu waktu kita mesti membayar untuk ketawa (besok2 baca blog gue, bayar.. itu maksudnya..hahahaha)

Apa yang kita pikirkan saat mendengar kata Jakarta? Pastilah kalian semua memikirkan tentang kota yang megah besar dan pastinya bisa menghasilkan banyak uang dari kota ini. Hem… Mungkin benar juga seperti itu. namun yang gue mau bahas bukan masalah itu. Gue cuma mau nulis tentang beberpa kejadian yang gue alami beberapa hari ini. (Masih belum normal om, kok malah muter-muter..hahahaa)

Beberapa waktu lalu, saat kepala ini terasa pusing dan ga kuat untuk berbagi dengan orang lain (ajarkan anak kita berbagi, memberi berbagi  bebas dari rasa takut atau rasa tetindas.. tribute to So7..whahahaha). Gue merasa udah menjadi bagian total dari Jakarta’s Man. Ngerti maksud gue?? Ga pastinya, karena beberapa waktu lalu gue  merasa menjadi orang yang apatis, yang ga peduli dengan orang lain (Hei boss, kemarin emang pernah peduli.. Ih..).. Beberapa kali saat gue di Jalan,. di Busway gue ga pernah lagi menjadi khutut yang dulu. Khutut yang merelakan tempatnya bagi orang lain sehingga mendapatkan senmyum yang membahagiakan, atau khutut yang rela melakukan apapun agar orang di sekitarnya bisa tertawa walau dia menderita..hehehehe..

Pernah suatu waktu gue ga ngeh kalau seorang wanita yang baru masuk dan terpaksa berdiri di arah depan jauh  ga gue peduliin sama sekali. Gue ga melihat ada sesuatu yang mengharuskan gue memberi tempat duduk buat dia. Dia wanita muda, punya tubuh agak melebar dan (sialnya) gue ga lihat perutnya yang membuncit. Itu dia yang membuat gue berpikir apa gue sudah jadi Jakarta’s Man. Kumpulan orang-orang yang tak peduli dengan orang lain?? Atau malah keapatisan gue terhadap dunia sekitar mulai memuncak.. Semoga saja tidak!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *