Inilah Gue

Name : Heri Irawan
Nick : Khutut * Heri * Wawan * CR7
Date of Birth : July, 12 /1986
Place of Birth : Sarik Laweh (Maybe..Indrapura, I never wanna know bout this)
My Fave Music : The Dunk of Dut, The simple Song about Love, My Voice, My Lyre
My Fave Book : I love manga, Maybe I love Habibburahman but today I hate Him..
Interest : Women, Ladies, Girl, Chick, Money, Futsal, PES 2009
Quote : I wanna kill people who lead the nation, coz i never like my life

The Story of My life
(Inggris Gue Jelek, Balik ke Bahasa hutan ya..:)

Gue lahir di Sarik Laweh (Indrapura mungkin, ga jelas sebenarnya dimana dan ga pernah peduli juga) di hari sabut subuh (munkin) 12 Juli 1986. Lahir sebagai anak ke 2 dari seorang ibu bernama Efsawati. Lahir dengan kulit bersih (sekarang kok butek ya??). Sejak umur 4 tahun ditinggalkan oleh My beloved brother who loved my self. Aih kehilangan panutan dah dan mesti jadi panutan buat adik-adik gue sekarang.

Sekolah di TK Taman Budi, ga menjadi anak yang menonjol di TK, namun berubah jadi anak yang super PD saat SD. Ga terlalu menguasai persilatan SD saat kelas 1-3, namun di akhir kelas 3 menguasai pergulatan ini. Menjadi anak yang dibanggakan dengan prestasi akademik yang lumayan dan sempat berpidato layaknya ustadz di beberpa masjid (lumayan nambah uang jajan..hehehe), Berkat Pak tanga Ersis sampai ke Padang Panjang buat lomba Puisi Dakwah dan berhasil juara.

Lulus SD dengan nilai yang hancur berantau karena sempat ngingau, sakit sehari sebelum ujian (penyakit yang selalu menghantui). Peduli amat dengan nilai yang penting masih bisa diterima di SMP Standar walaupun awalnya sempat jadi cadangan. Masih dengan prestasi yang standar dengan otak yang kadung standar juga. Sempat dapat juara sebelum penyakit datang menghampiri. Sempat lumpuh karena Reumatik sialan yang sampai saat ini ga pernah lagi menghampiri. (heran masih kecil kok udah reumatik). Balas dendam pas lulus SMP dengan nilai yang masih standar karena sekolah di SMP Standar jadi selalu standar. Lulus peringkat 7 di satu sekolahan. Standar memang dengan nilai yang standar.

Dan kehancuran terjadi!!! karena begonya gue malah marah saat ga diperbolehkan sekolah di SMA yang gue inginkan. I hate Payakumbuh, dan gue benci mesti main di petak. Namun malah jadi camp yang mantap tuh petak. ga pernah muncul disekolah, atau cuma muncul beberapa jam di sekolah cuma buat bela2in mampir ke Da man atau taman bacaan.. akhirnya merasakan yang namanya membuat nangis seorang ibu yang selalu berdo’a dan menjaga cintanya untuk gue.. aih dramatis..

ga sadar sampai kelas 2, terpaksa naik kelas karena (mungkin) rasa kasihan wali kelas saat itu melihat gue tinggal kelas. Masuk IPS, bukan jurusan kesukaan dan harus dipaksa suka. menghapal tulisan2 bukan gue banget, Akun juga ga terlalu suka walau masih berkutat dengan angka, gue pengen matematika tapi entah kenapa pas kelas 2 malah jadi Safrida’s enemy jadinya dikasih merah.. Arrrgghhh…

Hidup mesti berlanjut, walau cuma IPS lulusnya susah juga. Deg2–deg22 juga saat pengumuman lulusnya, apa pasal?? karena gue cuma jawab yang pasti setengah soal. yang lain ngasal. tau kenapa?? karena rata2 kelulusannya cemen banget masak 3.01.. jadi ya kita berstandar ria aja.. hehe.. ok Lulus..

Ke bandung, sok bimbel bareng anak2 kelas unggul yang (mungkin) ga butuh belajar tambahan. Mereka cuma ke Mall, jalan dan makan. Percuma, menghilang ke Jakarta bimble lagi di NF. Ya bimbel IPS cemen banget sebentar perhatiin udah masuk. Pas mau beli Formulir SPMB, sok2 an beli yang IPC. Belagu mampu bisa masuk Arsitektur UI, sok pengen ngikutin Nicholas Saputera padahal otak se standar Nicholas Morra pacarnya Betty Lafea.. Arrghh.. Ga lulus dan “cuma” lulus di D3 Perumahsakitan UI. Sebuah jurusan yang ga jelas mau apa..

Belajar tenatng kedokteran di campur sama manajemen, akun dan lainnya bikin pala makin ga jelas dan masih belum bikin senyum ibu kembali datang.. Arrrrgggghh… dan sekarang ikutan tes ekstensi setelah lulus dari d3 dengan IPK 3.05 yang bikin gue susah nyari kerjaan (apa gue yang bego ya??). Besok keluar hasilnya dan semoga lulus ajalah.. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *