Siapa Peduli?

Ini tentang sesuatu yang pernah terjadi waktu kuliah.

Jakarta mulai Apatis?? aPa Benar??

Mungkin semua mahasiswa itu ingin berada di garis depan perjuangan bangsa ini, tapi saya tidak percaya jika apa yang mereka lakukan itu untuk membela rakyat. Sebagai contoh, saat saya masih kuliah sering banget pulang malam dan pulang dalam keadaan bus penuh dan berdesak-desakan. Pulang bareng teman yang “pembela rakyat”. Seorang ibu paruh baya membawa seorang anak kecil berdiri di samping kami yang bisa duduk. Apa yang dilakukan teman saya, dia pura2 tidur dan saat saya memberikan tempat duduk buat ibu itu barulah dia “terjaga” dari mimpinya.

Kejadian seperti ini tidak sekali saya alami, saat sudah lulus sering banget saya lihat anak-anak kampus negeri di rawamangun yang rata2 naik busway melakukan hal yang sama. Mau itu Bapak2 yang udah bungkuk sekalipun tak ada yang mau memberikan kursinya.. Siapa peduli, toh dia bukan siapa2 saya mungkin itu yang ada dipikiran mereka.

Apakah anda sering merasa terganggu jika di Jakarta terjadi banyak aksi demonstrasi?? Saya dulu sering merasa terganggu. Saat mau kuliah mesti bermacet2 ria dulu sebelum sampai kampus. Telat sampai kampus sudah jadi kebiasaan. Kebanggan bagi mereka yang jadi demonstran derita bagi orang2 yang lajunya terhambat.. Urgggh….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *